Kemelut Paskah

Kemelut paskah

Dentingan waktu terus berputar
Jantung semestaku pun digoncang
Semesta?  iah bumiku
Bumiku Pertiwi
Insan bumi Pertiwi menjerit
Menjerit hingga hilang nafas...

Duri itu...
Menikam tanpa rasa
Membunuh tanpa hati
Merobek tanpa akal budi

Bumiku kelabu olehnya
Hampir musnah
Bumi ku, sunyi dan sepi
Insan manusia berselubung dalam secarik kain
Menarik diri lalu menyendiri disudut hati
Takut, gelisah jadi satu 
Sepi di sudut paskah...
Paskah kelabu kusebut
Tak ada sorakan Alleluia Handle
Tak ada bisikan syair remember me di malam Kamis putih
Tak ada nada kasih yang paling agung di Jumat agung
Semuanya menjadi gelombang nada dalam kesendirian...

Tak mengapa, 
Paskah kali ini aku, kamu dan kita sendiri dulu...
Sendiri di bilik bambu kita
Bilik bambu keluarga, itu juga Gereja...
Gereja asal kita saat hati kemelut dan lantunan doa didaraskan pada Sang Khalik

Komentar